Sejarah

101_3715.jpg

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta, Universitas Merdeka Malang telah melintas sejarah panjang sebuah proses pemberdayaan sumber daya manusia. Pada tanggal 29 Januari 1964 secara resmi sebuah Yayasan Pendidikan berdiri dengan nama Yayasan Perguruan Tinggi Universitas Merdeka Pusat Malang dengan pendiri: R. Edwin Soedardji, Soekiman Dahlan, SH., Fransiscus Soetrisno, Soegondo, Soetikno, SH., Dharma, MA. Nama Yayasan ini kemudian diubah pada tahun 1972 menjadi Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang (selanjutnya disingkat: YPTM).

Apabila sejarah ini diputar kebelakang, maka ternyata jauh sebelum YPTM berdiri, telah lahir sebuah Universitas yang bernama Universitas Sawerigading Cabang Malang sebagai Cabang Universitas Sawerigading yang berpusat di Makasar. Universitas Sawerigading Cabang Malang memiliki dua Fakultas, yaitu Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, dan Fakultas Ekonomi. Namun dalam perjalanan waktu, kedua fakultas ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pada tahun 1962-1963 muncul rencana untuk membuka kembali Universitas Sawerigading Cabang Malang dengan dua fakultas yang semula dirintis oleh Sokiman Dahlan, SH. dan Dharma, MA.

Pada awal perjalanan, Univeritas Sawerigading diwarnai oleh ABRI, baik sebagai mahasiswa, pengurus maupun sebagai orang yang ikut memikirkan kelangsungan Universitas ini. Dalam kaitan inilah, maka tokoh pendidikan dari kalangan ABRI yakni Letkol. R. Edwin Soedardji diajak untuk bekerjasama dalam mengelola Perguruan Tinggi ini. Wujud kerjasama ini dibentuk sebuah badan hukum yang berbentuk Yayasan yang akan menyelenggarakan Universitas Sawerigading dengan nama Yayasan Perguruan Tinggi Sawerigading dengan pendiri: Letkol. R. Edwin Soedardji, Soetikno, SH., dan Dharna, MA. Dengan berdirinya Yayasan ini, maka sejak saat itu Universitas Sawerigading Malang berdiri otonom, dan tidak lagi bergantung pada Universitas Sawerigading Pusat di Makasar.

Namun hal ini tidak dikehendaki oleh Presiden Universitas Sawerigading Makasar. Perbedaan dan bahkan pertentangan berlanjut pada tindakan pembubaran Yayasan Perguruan Tinggi Sawerigading dan Universitas Sawerigading Malang pada tanggal 28 Januari 1964 melalui pembatalan Akta pendirian.

Pembubaran lembaga ini menimbulkan masalah, bagaimana nasib para mahasiswa (khususnya ABRI yang tidak bisa mengikuti kuliah pada pagi hari) yang tengah menyelesaikan studinya di Universitas ini. Untuk mengatasi masalah ini, Pendiri dan Perintis Universitas Sawerigading Malang bertindak cepat dengan mendirikan Universitas baru pada tanggal 29 Januari 1964 yang diberi nama: UNIVERSITAS MERDEKA dalam sebuah Akta Pendirian Yayasan No. 5a tahun 1964 tanggal 5 Juli 1964 yang sampai saat ini telah mengalami beberapa kali perubahan, menyesuaikan dengan perubahan paradigma pendidikan tinggi.

Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang (YPTM) Sebagai Badan Penyelenggara Universitas Merdeka Malang masuk ke dalam (berinduk) slagorde Kodam VIII/Brawijaya (sekarang Kodam V/Brawijaya, dibina oleh Pangdam selaku Pembina Utama dan Danrem 083/BDJ sebagai Pembina Harian. Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang bersama dengan Universitas Merdeka Malang telah melakukan berbagai langkah pembenahan termasuk penataan fungsi YPTM dan fungsi Universitas Merdeka Malang. Dalam hal ini, Universitas Merdeka Malang diserahi untuk menangani aspek pengembangan akademik, sedangkan YPTM menangani aspek “money, man, dan material.” Pengembangan universitas dimaksud dilakukan secara sistematis melalui perencanaan secara bertahap yaitu:

§  Tahapan Konsolidasi: Tahun 1972-1974.

§  Tahapan Stabilisasi: Tahun 1974-1976.

§  Rencana Pengembangan yang diawali dengan: Rencana Induk Pengembangan Tahap I: tahun 1976-1983.

§  Rencana Induk Pengembangan II: tahun 1983-1987.

§  Rencana Induk Pengembangan III: tahun 1987-1991, melalui Surat Keputusan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang Nomor: Skep- 032/YPTM/VI/1987, tanggal 20 Juni 1987

§  Rencana Induk Pengembangan IV: Tahun 1993-1997, melalui Surat Keputusan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang Nomor: Skep- 99/Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang/XII/1993, tanggal 28 Desember 1993.

§  Rencana Strategi Universitas Merdeka Malang 1998-2008, melalui Surat Keputusan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang Nomor: Skep- 01/YPTM/I/1999, tanggal 2 Januari 1999. Terhadap Rencana Strategis ini dilakukan peninjauan kembali terkait dengan tuntutan paradigma baru pengelolaan pendidikan tinggi.